
Tarakanita Tangerang
Selamat datang di website Riset Tarakanita
website yang memberikan informasi seputar pohon - pohon yang ada di Tarakanita Tangerang

Kunyit Putih

(CURCUMA ZEDOARIA)
Nama lokal: Kunyit Putih
Nama ilmiah: CURCUMA ZEDOARIA
Nama Lokal
-
Internasional : Zedoary.
-
Malaysia: Temu Pauh.
-
Thailand: Kha Min Kao.
-
Jawa: Kunir Putih, Temu Bayangan, dan Temu Poh.
-
Madura: Temu Pao
-
Melayu: Temu Mangga dan Temu Putih.
-
Sunda: Koneng Joho, Koneng Lalap, Koneng Bodas, dan Koneng Pare.
Penemu
-
Kunyit putih bukanlah hasil penemuan dari satu orang tertentu, melainkan tanaman yang telah dikenal dan digunakan dalam berbagai budaya dan tradisi sejak lama. Kunyit putih atau Curcuma Zedoaria pertama kali ditemukan di kawasan Asia Tenggara, terutama di India, Bangladesh, dan Sri Lanka. Meskipun asal-usulnya di wilayah tersebut, kunyit putih sekarang juga dibudidayakan dan ditemukan di berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia, Tiongkok, Jepang, Brasil, Nepal, dan Thailand.
Catatan Sejarah Mengenai Kunyit Putih:
-
Indonesia
Kunyit putih merupakan bagian dari tanaman herbal yang banyak digunakan di Indonesia untuk pengobatan tradisional dan berbagai keperluan lainnya.
-
India
Kunyit sudah digunakan dalam budaya Weda di India sejak hampir 4000 tahun lalu sebagai bumbu dapur dan memiliki makna keagamaan.
-
Tiongkok, Afrika Timur, dan Afrika Barat
Kunyit telah ada di Tiongkok pada tahun 700 M, Afrika Timur pada tahun 800 M, dan Afrika Barat pada tahun 1200 M.
-
Jamaika
Kunyit juga telah ditemukan di Jamaika pada abad ke-18.
Deskriptor
-
Nathaniel Wallich merupakan seorang botanis asal Denmark yang bekerja di Kebun Raya Calcutta (Kolkata) dan dikenal atas karyanya dalam mengklasifikasikan dan mendeskripsikan berbagai tanaman dari India dan Asia Tenggara. Pada tahun 1829, Nathaniel Wallich memberikan deskripsi ilmiah pertama pada tanaman Kunyit Putih (Curcuma Zedoaria).
Penyusun:
Baptista Varani Louisa Ferrel (3)
Kevin Wijaya Bong (17)
Maria Angelina Ratri Paramitha (22)
Rama Nicholas (27)
Regina Widi Averiani (28)
Klasifikasi
-
Kingdom: Plantae
-
Divisi: Spermatophyta
-
Subdivisi: Angiospermae
-
Kelas: Monocotyledonae
-
Ordo: Zingiberales
-
Famili: Zingiberaceae
-
Genus: Curcuma
-
Spesies: curcuma mangga
Manfaat
Manfaat:
-
Kesehatan:
-
Anti inflamasi.
-
Anti kanker.
-
Anti bakteri.
-
Penawar racun.
-
Meredakan nyeri haid.
-
Meredakan gangguan pencernaan.
-
Meredakan asam lambung.
-
Kecantikan: Masker kunyit putih membantu mengatasi jerawat dan penuaan dini.
-
Pengobatan tradisional: Digunakan dalam jamu atau ramuan untuk detoksifikasi hati dan meningkatkan imunitas.
Ciri-Ciri
Ciri Morfologi
Akar
-
Bentuk: Bulat, renyah, dan mudah dipatahkan.
-
Warna: Kulit coklat terang, bagian dalam kuning pucat hingga orange terang.
-
Ukuran: Berdiameter sekitar 3 cm dan panjang 4 hingga 5 cm.
-
Karakteristik: Memiliki bekas daun melingkar melintang.
Batang -
Bentuk: Tersusun dari pelepah-pelepah daun.
-
Warna: Hijau bergaris ungu.
-
Tinggi: Mencapai sekitar 2 meter.
Daun -
Bentuk: Seperti mata lembing, bulat lonjong di bagian ujung dan pangkal.
-
Warna: Hijau.
-
Tulang daun: Menonjol.
Bunga -
Bentuk: Majemuk, tabung, dan menjulang ke atas membentuk bongkol bunga yang besar.
-
Warna: Putih.
Rimpang
-
Warna: Putih kekuningan atau coklat muda.
-
Bentuk: Bulat, renyah, dan mudah dipatahkan.
-
Aroma: Khas, seperti aroma mangga.
-
Rasa: Agak pahit dan agak pedas.
-
Senyawa Aktif: Kaya akan kurkumin.
-
Sifat: Anti-inflamasi, antioksidan, antimikroba, analgesik.
Habitat
Wilayah Geografis
-
Asal: Tanaman asli daerah Indo-malesian, tersebar dari Indo-China, Taiwan, Thailand, Pasifik hingga Australia Utara.
-
Wilayah Tumbuh: Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
-
Ketinggian: 240-2.000 mdpl.
-
Curah Hujan: 2.000-4.000 mm/tahun.
Kondisi Tanah -
Jenis Tanah: Latosol, Aluvial, dan Regosol.
-
Karakteristik Tanah: Gembur, subur, mengandung bahan organik tinggi, dan memiliki drainase yang baik.
-
pH Tanah: Ideal antara 5,6 hingga 7,8.
Iklim -
Kunyit putih merupakan tanaman khas daerah tropis, namun juga dapat tumbuh di daerah subtropis.
Persebaran -
Tanaman ini awalnya berasal dari Asia Tenggara, kemudian menyebar ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia, dan Afrika. Selain itu, kunyit putih juga dibudidayakan di beberapa negara seperti Kementerian Pertanian/Ministry of Agriculture (Tiongkok, Jepang, Brasil, Nepal, dan Thailand).
Jumlah Populasi
Jumlah populasi kunyit putih tidak dapat ditentukan secara pasti. Namun, kunyit putih (Curcuma Zedoaria) merupakan tanaman herbal yang memiliki populasi yang cukup banyak di Indonesia dan juga dibudidayakan di berbagai wilayah dunia seperti Bangladesh, Sri Lanka, India, Tiongkok, Jepang, Brazil, Nepal, dan Thailand.
Daftar Pustaka:
-
Prabowo, Dedi. Kajian Mengenai Strategi Pemasaran Produk Baru pada PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk Cabang Yogyakarta: Bab 2. 2017. Universitas Islam Indonesia, bab 2, dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/9634/05.2%20bab%202.pdf?sequence=7.
-
“Kunir putih (Curcuma Zedoaria)… terbukti mengandung aktivitas sitotoksik yang kuat terhadap sel‑sel tumor…” OPAC STIKes Muhammadiyah Ciamis, entri no. 3499311, diakses melalui opac.stikesmucis.ac.id/…, diakses pada 13 Juni 2025.
-
“Asal‑Usul dan Sejarah Kunyit (Curcuma domestica).” Narareba, narareba.com, diakses 13 Juni 2025.
-
Sagita, Novaliana Devianti, Iyan Sopyan, and Yuni Elsa Hadisaputri. “Kunir Putih (Curcuma zedoaria Rosc.): Formulasi, Kandungan Kimia dan Aktivitas Biologi.” Majalah Farmasetika, vol. 7, no. 3, April 2022, pp. 189–205, https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v7i3.37711.
-
Desideria, Dini. “Karakteristik Permen Jelly Sari Kunyit Putih (Curcuma mangga Val.) yang Diformulasi Menggunakan Konsentrasi Gelatin.” Skripsi, Program Studi S‑1 Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang, 2019. PDF diakses dari eSkripsi Universitas Semarang, D.111.14.0066, Bab II, https://eskripsi.usm.ac.id/files/skripsi/D11A/2014/D.111.14.0066/D.111.14.0066-05-BAB-II-20190306050416.pdf?sequence.

Kontak Kami
Yayasan Tarakanita
Jl. Pelepah Indah Raya Jl. Boulevard Raya Gading Serpong No.1, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Tangerang, Banten 18510
P: (021) 3908836